Lirik Explicit Verbal - Hilangnya Alegori

thumbnail-cadangan alegori yang mengalun kini sudah tak lagi pada alur
pendidikan moral kini seolah tak lagi subur
kian terkubur, sudah tak bisa terpenuhi
terhabisi lalu didominasi dengan birahi

seakan semuanya berubah jadi mencekam
terus bergolak namun tak bisa kunjung padam
intimidasi, pada kaum yang tak punya
jerit tangis tak berdaya mereka traniaya

kebencian meluas, menjadi generalisasi
hilang kebersamaan tak ada lagi asosiasi
melekatnya antagonis bagaikan magnet
menjadikan unsur yang negatif semakin kompleks

semakin parah, tak ada rongga diafragma
dan kini semua terbentuk dalam satu skema
hadirnya budaya asing telah diimpor
namun kita harus bisa, balik mengekspor

konseptual hingga keakar
eksekusi agar semua tak menjalar
resistensi direvisi
eksekusi harus cepat dijalani

coba saling membantu, untuk menderma
hilangkan semua sifat para dergama
saling menindas, membuat jatuh air mata
mementingkan ego diri untuk harta semata

kepedihan hati kini terus menyayat
atas semua diskriminasi yang engkau buat
yang kecil pun bagai terkurung dalam jeruji besi
janji yang kau beri tak terealisasi

banyak para ditaktor, bermain untuk kotor
si licik picik bagai pemangsa predator
agresi militer dilancarkan pada yang lemah
tak bisa berbuat banyak hanya bisa berpasrah

tak punya rasa iba, begitu tega sangat kejam
peluru dinamit tak berhenti terus menghantam
berderu senjata pecahkan banyak sekali kaca
membuat mata masyarakat dunia kini jadi berkaca

konseptual hingga keakar
eksekusi agar semua tak menjalar
resistensi direvisi
eksekusi harus cepat dijalani

sudahlah sudah, hentikan semua demagogi
sambut senyuman indah mentari diesok pagi
sterilisasi mengarah kepada sentripetal
tepis semua kesenjangan didalam sosial

rasakan indah hidup jika semua berdampingan
hapus sinis dalam pandangan juga perbedaan
mari coba satukan, bhineka tunggal ika
rangkul sesama damai pun akan tercipta

simpan bayonet, jangan lagi terhunus
pastikan masa yang kelam akan terhapus
meski timbulkan luka, jangan coba kau buka
malapetaka tersimpan rapih dalam neraka

berakhir sudah, saling sikut menyikut
cukup sudah buat orang tak bersalah menjadi takut
saat semua kalut, saat semua tak beres
agar tak ada lagi air mata jatuh menetes

konseptual hingga keakar
eksekusi agar semua tak menjalar
resistensi direvisi
eksekusi harus cepat dijalani

0 komentar: